SIDOARJO - Pergantian pelatih kembali terjadi di tubuh Deltras FC jelang lanjutan Pegadaian Championship 2025/26. Setelah berpisah dengan Widodo Cahyono Putro, manajemen memilih langkah cepat dengan menunjuk sosok internal sebagai pelatih sementara.
Nama Nurul Huda kembali dipercaya untuk mengisi kursi caretaker hingga akhir musim. Baginya, ini bukan tugas baru karena sudah beberapa kali berada dalam situasi serupa, termasuk musim lalu ketika harus menggantikan mendiang Bejo Sugiantoro pada fase krusial kompetisi.
Keputusan ini menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap figur yang sudah lama menjadi bagian dari tim. Bukan hanya memahami karakter pemain, tetapi juga dinamika internal klub yang dikenal dengan julukan The Lobster tersebut.
Pria asal Desa Klagen, Sukodono, Sidoarjo itu bukan wajah baru di lingkungan Deltras FC. Sejak beberapa musim terakhir, dia konsisten menjadi bagian dari staf pelatih, termasuk saat bekerja di bawah arahan Ibnu Grahan dan Widodo.
Perjalanan panjangnya di klub membuat Nurul Huda dinilai sebagai sosok paling siap untuk mengambil alih tanggung jawab di tengah situasi mendesak. Terlebih, tim masih menyisakan enam pertandingan penting yang akan menentukan posisi akhir mereka musim ini.
Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, dia dikenal sebagai pemain yang malang melintang di berbagai klub Indonesia, seperti Persebaya, Persikabo, PSIM, hingga Persijap Jepara.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun pendekatan kepelatihan yang dekat dengan pemain. Usai gantung sepatu, dia memilih tetap berada di dunia sepak bola dengan membina pemain muda.
Karier kepelatihannya dimulai dari akademi lokal di Sidoarjo, sebelum dipercaya menangani Deltras U17 di ajang Piala Soeratin 2017. Ia juga sempat menukangi Bhayangkara U18 pada 2020, memperkaya pengalamannya dalam pengembangan pemain usia muda.
Keterlibatan Nurul Huda tidak bisa dilepaskan dari perjalanan kebangkitan klub dalam beberapa tahun terakhir. Dia menjadi bagian dari tim kepelatihan yang sukses membawa Deltras promosi dari Liga 3 ke Liga 2 pada musim 2020/2021 lalu.
Dia bekerja bersama pelatih kepala M. Zein Alhadad dan staf lainnya. Peran tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu figur penting di balik perkembangan tim.
Di tengah tekanan kompetisi dan waktu yang terbatas, dia dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas tim. Dengan sisa pertandingan yang krusial, dia dituntut mampu menjaga performa sekaligus mengangkat mental pemain.