Persija Hadirkan Aksi Kemanusiaan Lewat Donor Darah

Persija Hadirkan Aksi Kemanusiaan Lewat Donor Darah

29 April 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PERSIJA JAKARTA

JAKARTA - Menjelang pertandingan melawan Persis pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/26 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (27/4) lalu, Persija kembali menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Macan Kemayoran menginisiasi kegiatan sosial donor darah bertema “Satu Darah, Darah Indonesia” sebagai bentuk kepedulian di tengah semarak kompetisi sepak bola.

Direktur Persija, Mohamad Prapanca, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen klub dalam memberikan dampak positif di luar lapangan.

“Kami ingin keberadaan Persija tidak hanya dirasakan di dalam stadion, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas. Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu langkah konkret kami dalam mendukung aksi kemanusiaan. Semangat ‘Satu Darah, Darah Indonesia’ kami harapkan bisa mengajak lebih banyak pihak untuk peduli dan berkontribusi,” katanya.

Program ini sejatinya bukan yang pertama. Pada laga kandang sebelumnya, yakni saat menjamu Persebaya (11/4), kegiatan serupa telah lebih dulu dijalankan. Sama seperti edisi tersebut, Persija bekerja sama dengan I.League dan PMI dalam menyelenggarakan kegiatan ini, serta didukung oleh para mitra seperti Bank Jakarta, Bakrie Untuk Negeri, PAM Jaya, dan Se’Indonesia.

Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah, kembali menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan dalam kegiatan ini. Ia menyebut donor darah memiliki dampak besar bagi sesama.

“Kolaborasi kegiatan donor darah yang digagas oleh Persija, I.League, dan Palang Merah Indonesia (PMI) tidak sekadar menghadirkan aksi sosial, melainkan juga menghidupkan kembali falsafah lama bangsa, yakni gotong royong kemanusiaan. Di tengah kuatnya rivalitas sepak bola, kegiatan ini justru menempatkan suporter sebagai subjek kemanusiaan, bukan sekadar pendukung klub. Mereka menjadi agen tanggung jawab sosial yang efektif. Suporter sebagai pendonor mampu menembus sekat-sekat identitas dan bahkan menjadi simbol perekat bagi para penonton sepak bola di Indonesia," ujarnya. 

"Donor darah, pada hakikatnya, tidak mengenal jenis kelamin, latar belakang, maupun afiliasi klub, apakah Persija, Persebaya, PSIS, atau Persib. Demikian pula penerima darah tidak pernah dipilah berdasarkan loyalitas klub sepak bola. Di sinilah kampanye ‘Satu Darah, Darah Indonesia’ yang digaungkan oleh Persija, I.League, bersama PMI menjadi relevan sebagai bentuk gotong royong kemanusiaan untuk Indonesia,” tutur Ramdansyah.

Apresiasi juga disampaikan oleh Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra. Menurutnya, komitmen Persija dalam menjalankan program sosial secara berkelanjutan layak menjadi teladan bagi perkembangan ekosistem sepak bola nasional.

“Kami menyambut baik keberlangsungan program donor darah yang terus dilakukan. Hal ini menjadi bukti bahwa sepak bola juga memiliki peran sosial yang kuat, tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga kontribusi nyata yang memberi harapan dan manfaat bagi sesama,” ujarnya.