BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh tak ingin terlena saat menjamu Sriwijaya FC pada pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/26. Meski tim tamu sudah dipastikan terdegradasi, Laskar Rencong justru melihat potensi ancaman dari motivasi tinggi lawan yang tampil tanpa tekanan.
Pelatih Persiraja, Jaya Hartono, menegaskan bahwa kondisi Sriwijaya FC yang sudah tidak memiliki target di klasemen bisa menjadi faktor berbahaya dalam pertandingan.
“Memang kalau dilihat kondisi tim lawan sekarang mereka sudah tidak ada harapan lagi karena degradasi. Tapi yang kita waspadai adalah motivasi mereka dan motivasi individu pemain untuk menunjukkan diri ke klub-klub lain untuk musim berikutnya. Mereka bermain tanpa beban, itu yang harus kita waspadai,” ujarnya, Jumat (27/3).
Menurut Jaya, situasi tersebut justru bisa membuat Sriwijaya FC tampil lebih lepas dan berani, sehingga berpotensi merepotkan tim tuan rumah.
Di sisi lain, Persiraja justru berada dalam tekanan untuk meraih kemenangan di hadapan publik sendiri. Target tiga poin menjadi keharusan demi menjaga posisi di papan atas klasemen.
“Sementara kita sebagai tuan rumah harus menang, ini yang jadi beban buat kita. Tapi saya akan instruksikan kepada pemain untuk tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang dalam permainan,” tegasnya.
Jaya juga memberikan kabar terkait kondisi skuat, khususnya pemain asing andalan, Omid, yang sebelumnya masih dalam perjalanan. “Omid belum kembali karena masih dalam perjalanan. Tapi dia bisa masuk starting, dan saya rasa kondisinya cukup bagus,” tambahnya.
Dengan situasi tersebut, laga Persiraja kontra Sriwijaya FC diprediksi berlangsung menarik. Tuan rumah dituntut tampil disiplin dan fokus penuh, sementara tim tamu berpotensi tampil lepas tanpa tekanan, kombinasi yang kerap menghadirkan kejutan di lapangan.