SURABAYA - Persebaya Surabaya kembali menjalani latihan di tengah jeda kompetisi BRI Super league 2025/26. Meskipun libur Lebaran sering menjadi jeda yang dinanti para pemain. Namun bagi pemain, masa istirahat bukan berarti kehilangan ritme.
Saat kembali berlatih bersama di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin (23/3) sore, pemain langsung menunjukkan kedisiplinan yang membuat pelatih Bernardo Tavares merasa optimistis.
“Ya, semua pemain memiliki beban latihan yang sama. Para pemain mengirimkan video setiap hari dengan program yang telah kami tentukan,” ujarnya.
Sehingga hal ini membuat kondisi fisik pemain tetap terjaga. Tidak ada lonjakan berat badan, tidak ada penurunan signifikan dalam kebugaran.
Namun di balik itu, pelatih asal Portugal menyadari bahwa setiap pemain memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang harus menjaga performa, ada pula yang masih berjuang pulih dari cedera.
Seperti diketahui selama beberapa bulan terakhir, satu persoalan kerap menghantui Persebaya adalah cedera pemain. Dia melihat hal ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sesuatu yang harus dibenahi secara sistematis.
“Tidak masuk akal bagi klub untuk merekrut pemain dan kemudian pemain tersebut lebih banyak cedera daripada membantu tim di lapangan,” tegas Bernardo Tavares.
Dia pun mulai membangun komunikasi dengan tim medis dan manajemen. Fokusnya jelas mencegah cedera sejak awal, bukan hanya mengobati.
Mulai dari peningkatan fasilitas, perawatan, hingga metode pemulihan menjadi bagian dari rencana jangka panjang.
Sebab menurutnya, tim yang kuat bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga kompetisi di dalamnya. Untuk itu pelatih berlisensi UEFA Pro itu menilai Persebaya masih perlu meningkatkan persaingan internal agar setiap pemain terdorong tampil maksimal.
“Ketika tidak ada persaingan, pemain tidak bermain di level tertinggi,” pungkasnya.