SAMARINDA - Perjuangan Persija pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 belum menghasilkan poin. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Minggu (10/5) sore, Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan Persib Bandung usai kalah 1-2.
Persija sebenarnya tampil menjanjikan sejak awal pertandingan. Tim Ibu Kota berhasil membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-20 melalui Alaaeddine Ajaraie. Gol tersebut tercipta setelah ia menerima umpan dari Fabio Calonego di area penalti, lalu melewati adangan pemain bertahan lawan sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang gagal dihentikan kiper.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Lawan mampu membalikkan keadaan lewat dua gol yang dicetak Adam Alis masing-masing pada menit ke-27 dan ke-38, sehingga Persija tertinggal 1-2 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih agresif dengan terus menekan pertahanan lawan demi mengejar ketertinggalan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Seusai pertandingan, pelatih Mauricio Souza mengaku kecewa dengan hasil akhir yang diraih timnya. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap performa para pemain yang dinilai tampil lebih dominan sepanjang laga.
“Saya rasa kami jauh, sangat jauh lebih unggul dibandingkan lawan. Saya tidak hanya akan menganalisis hasil pertandingannya di sini, melainkan menganalisis bagaimana jalannya pertandingan. Semua orang bisa melihat sendiri hasil akhirnya, namun tim kami sudah mengincar kemenangan sejak menit pertama,” ujar Mauricio dalam konferensi pers setelah laga.
Ia pun menegaskan bahwa penilaiannya didasarkan pada statistik pertandingan yang menurutnya menunjukkan dominasi Persija di lapangan.
“Saya mendasarkan analisis saya pada statistik pertandingan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Mengenai apa yang terjadi dalam permainan tadi, saya tidak akan mengubah pendapat saya, terlepas dari siapa pun yang berpikir sebaliknya. Tentu saja, memiliki statistik yang lebih baik tidak berarti apa-apa jika kita tidak memenangkan pertandingan,” ucapnya melanjutkan.
Mauricio turut menyoroti kesalahan-kesalahan kecil yang kembali merugikan timnya dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, situasi seperti itu seharusnya bisa dihindari.
“Sudah pasti kami tidak puas dengan hasilnya. Tentu saja kami tidak hanya ingin menang dalam statistik, tetapi angka-angka tersebut menjadi tolok ukur dari seluruh kerja keras kami. Kami sudah melakukan hal yang cukup untuk memenangkan pertandingan. Sekali lagi kami melakukan kesalahan di saat yang tidak seharusnya, tetapi saya tidak akan pergi dari sini dengan mengatakan bahwa tim kami bermain buruk, sama sekali tidak,” tutup Mauricio.