Di Atas Kertas Unggul, Malut United Tetap Waspadai Kebangkitan PSBS Biak

Di Atas Kertas Unggul, Malut United Tetap Waspadai Kebangkitan PSBS Biak

28 April 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 MALUT UNITED FC

SLEMAN - Laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/26 antara Malut United FC dan PSBS Biak menghadirkan kontras yang mencolok. Di satu sisi, Malut United berada di papan atas sedangkan PSBS masih berjuang keluar dari zona degradasi.

Namun dalam sepak bola, statistik tidak selalu menjadi jaminan. Sebagai tuan rumah PSBS memiliki catatan yang mengkhawatirkan. Tim menelan tujuh kekalahan beruntun dan belum meraih kemenangan dalam 12 laga terakhir.

Selain itu, lini pertahanan menjadi titik lemah utama, dimana sebanyak 67 gol telah bersarang di gawangnya musim ini. Menjadikannya tim dengan kebobolan terbanyak di kompetisi.

Sebaliknya, Malut United tampil tajam di lini depan dengan koleksi 54 gol, terbanyak di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini. Perbandingan ini secara jelas menggambarkan perbedaan kekuatan kedua tim.

Meski demikian, pelatih Hendri Susilo menolak untuk melihat laga ini sebagai pertandingan mudah.

“Kami akan berjuang agar tetap bisa bersaing di papan atas. Untuk itu, saya ingatkan pemain supaya tak menganggap enteng pertandingan demi meraih hasil maksimal,” kata pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Kewaspadaan itu bukan tanpa alasan, sebab dalam situasi tertekan tim seperti PSBS sering kali bermain tanpa beban dan justru mampu memberi kejutan.

Rekor pertemuan kedua tim juga sebenarnya berpihak pada Malut United. Dari tiga pertemuan sebelumnya, mereka meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Pertemuan terakhir bahkan berakhir dengan skor mencolok 6-2 untuk kemenangan Malut United di Ternate menjadi salah satu kemenangan terbesar mereka musim ini.

Dalam situasi seperti ini, laga dipastikan berjalan dengan tensi tinggi. Bukan hanya soal kualitas, tetapi juga soal siapa yang mampu menjaga fokus hingga peluit akhir berbunyi.

Bagi Malut United, kemenangan akan menjaga peluang mereka di papan atas. Sementara bagi PSBS, setiap poin adalah harapan untuk keluar dari jurang degradasi.