YOGYAKARTA -- Skuad muda PSIM Yogyakarta baru saja menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan kompetisi EPA Super League 2025/26. Laga pamungkas penutup musim bagi penggawa muda Laskar Mataram tersebut terselenggara pada Minggu (2/5) lalu di Stadion Gemilang, Magelang.
Manajemen tim merasa amat bersyukur atas capaian pada musim perdana keikutsertaan PSIM di EPA Super League ini.
“Secara keseluruhan untuk musim pertama teman-teman lumayan puas. Saya juga lumayan puas dengan perkembangannya, apalagi di skuad U16,” kata Manajer EPA PSIM, Joshua Dio.
Tim PSIM U16 sendiri berhasil menorehkan prestasi terbaik usai sukses mengamankan peringkat ketiga klasemen akhir Grup B. Meski klasemen ini belum final, masih menunggu hasil laga terakhir tim lain pada pekan ini, raihan total 53 poin sudah melebihi target yang ditetapkan sebelumnya menurut Joshua.
“Ternyata kita bisa bicara banyak dengan komposisi hampir 95 persen pemain lokal Daerah Istimewa Yogyakarta. Kita bisa berbicara banyak, bahkan kita masih punya kans untuk finish di tiga besar grup,” ucapnya bersemangat.
Faktor cedera serta kurangnya kedalaman materi penggawa sempat mengganggu stabilitas performa seluruh kelompok usia, terutama U18 maupun U20. “Mungkin di kelompok umur U18 salah satu kelompok umur agak meleset. Tapi kalau kita bilang meleset juga terlalu tinggi untuk dinilai karena memang ini musim pertama mereka di EPA,” kata Joshua menambahkan.
Jadwal bertanding sebanyak dua kali beruntun hampir pada setiap akhir pekan terbukti amat menguras ketahanan fisik seluruh penggawa di lapangan. “Tidak bisa pemain bertanding di dua game berturut-turut dengan level dan intensitas sama, pemain pasti akan lelah. Apalagi U16 dan U18 main di pagi dan siang hari, itu lumayan menguras energi,” ucapnya lagi.
Joshua optimis untuk menyongsong musim depan bagi skuad muda PSIM. Dia berharap jeda waktu yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mempersiapkan skuad yang lebih solid untuk seluruh kelompok usia.