JAKARTA - Persija berhasil mengalahkan tamunya asal Solo, Persis, pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/26. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (27/4) malam, Macan Kemayoran menang mutlak dengan skor 4-0.
Babak pertama menjadi fase adaptasi bagi Persija dalam menghadapi pendekatan defensif yang diterapkan Persis. Dominasi permainan memang terlihat, namun rapatnya barisan belakang tim tamu membuat peluang sulit dikonversi menjadi gol hingga jeda.
Perubahan signifikan hadir selepas turun minum. Intensitas serangan meningkat, dan Macan Kemayoran mulai menemukan ritme untuk membongkar pertahanan lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-52 melalui aksi Allano Lima. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti meluncur akurat dan tak mampu dijangkau kiper Persis.
Keunggulan itu diperlebar pada menit ke-63. Jean Mota mencatatkan namanya di papan skor usai memaksimalkan umpan tarik Dony Tri dengan sepakan kaki kiri yang tajam.
Tekanan Persija tak mereda. Pada menit ke-81, Paulo Ricardo menambah keunggulan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok yang dilepaskan Jean Mota. Menjelang akhir pertandingan, Persija menegaskan dominasinya. Gustavo Almeida mencetak gol keempat pada menit 90+1 setelah menyambut umpan dari sisi kiri, memastikan kemenangan telak 4-0.
Mauricio Souza, pelatih Persija, mengapresiasi performa timnya. Ia menyoroti peningkatan efektivitas serangan dibandingkan pertandingan sebelumnya, yang berujung pada hasil maksimal di laga ini.
“Saya pikir kami memainkan pertandingan yang hebat. Perbedaannya dengan pertandingan sebelumnya adalah kali ini kami berhasil mencetak gol. Kami menciptakan banyak situasi, kami beruntung pada gol pertama. Kiper Persis Solo bermain sangat baik, sayangnya pada momen itu dia melakukan kesalahan, dan setelah gol tersebut, pertandingan tanpa diragukan lagi menjadi sedikit lebih mudah bagi kami. Saya sangat suka performa tim dan hari ini pembedanya adalah kami berhasil mencetak gol,” ucap Mauricio.
“Tim kami adalah tim yang konsisten. Jika kita melihat angka dari semua pertandingan yang kami mainkan, di sebagian besar kami memiliki penguasaan bola lebih banyak, lebih banyak penyelesaian akhir, dan lebih banyak menekan lawan ke belakang. Namun, semua itu tidak ada artinya jika kita tidak keluar lapangan dengan kemenangan. Apa yang kami kontrol adalah performa tim. Perbedaan jelas bagi saya hari ini adalah kita lebih kreatif di sepertiga akhir,” ujarnya lagi.