Persebaya Ingin Tetap Rendah Hati, Fokus Bangun Tim Menuju Musim Bersejarah

Persebaya Ingin Tetap Rendah Hati, Fokus Bangun Tim Menuju Musim Bersejarah

2 Juni 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PERSEBAYA SURABAYA

SURABAYA - Persebaya Surabaya menutup BRI Super League 2025/26 dengan hasil yang cukup positif. Tim Bajul Ijo berhasil mengamankan posisi ke-4 klasemen akhir dengan perolehan 58 poin dari 34 laga.

Hasil tersebut diraih lewat catatan 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 8 kekalahan sepanjang musim. Posisi empat besar menjadi pencapaian penting bagi Persebaya yang terus berupaya kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara.

Bagi Persebaya, keberhasilan finis di posisi keempat bukan sekadar angka di klasemen. Posisi tersebut dianggap sebagai bukti bahwa tim mampu memberikan kebahagiaan bagi para pendukungnya.

“Sangat penting. Finis di posisi 4 tentu lebih baik daripada posisi 5. Jika kita finis di posisi 4, itu menunjukkan kita melakukan pekerjaan yang bagus membuat suporter bahagia,” ujar pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.

Untuk itu dia menegaskan klub tidak ingin terlena dengan hasil musim ini. Selanjutnya untuk musim depan, fokus utama tetap membangun kekuatan tim sesuai kemampuan klub dan menjaga mentalitas rendah hati.

“Seperti yang saya bilang, kami harus menganalisis semuanya. Mengenai transfer, kami mencari yang terbaik untuk tim sesuai dengan apa yang dimungkinkan oleh manajemen,” imbuhnya. 

Sebab musim depan akan menjadi tantangan yang lebih besar bagi Persebaya. Membuat kedalaman skuat dan konsistensi permainan menjadi faktor penting. Namun Bernardo Tavares memilih tidak memasang target muluk-muluk di depan publik. 

“Target kami selalu memenangkan laga selanjutnya. Persebaya sudah lama tidak juara sejak 2004, jadi kita harus tetap rendah hati,” kata pelatih asal Portugal itu.

Selain itu dia juga berharap atmosfer positif yang ditunjukkan suporter musim ini terus terjaga. Menurutnya, dukungan Bonek menjadi salah satu energi terbesar bagi tim sepanjang kompetisi berlangsung.

“Jangan beri tekanan berlebih meski tahun depan klub berusia 100 tahun. Biarkan kami bekerja dan semoga atmosfer suporter seperti ini bisa terus ada, itu memberi energi luar biasa,” sambungnya.

Kini di balik perjalanan panjang musim ini, ada sejumlah momen yang paling membekas bagi sang pelatih. Salah satunya adalah gairah luar biasa yang ditunjukkan suporter Persebaya, baik saat bermain di kandang maupun tandang.

“Salah satu hal yang paling saya sukai adalah antusiasme suporter saat kita main di kandang. Saya juga ingat hasil tandang melawan Arema FC, apa yang dilakukan suporter untuk menyambut pemain saat tiba. Tidak mudah menemukan klub dengan gairah seperti ini,” pungkas Tavares.