SERANG – Kemenangan tipis 1-0 yang diraih Dewa United Banten FC atas PSIM Yogyakarta di Stadion Internasional Banten, Jumat (3/4) malam, menyisakan cerita perjuangan ekstra di balik layar. Penyerang sayap andalan Dewa United, Taisei Marukawa, mengakui bahwa tiga poin kali ini didapat dengan cara yang sangat tidak mudah.
Pemain asal Jepang bernomor punggung 11 tersebut mengungkapkan bahwa timnya harus menghadapi "badai" tantangan sebelum dan selama pertandingan berlangsung. Tidak hanya soal lawan, tetapi juga faktor internal dan kondisi alam yang ekstrem.
"Pertandingan berlangsung sulit karena kami kehilangan beberapa pemain. Lalu kita semua bisa lihat hujan yang sangat deras mengguyur di babak kedua," ungkap Marukawa usai laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 tersebut.
Selain krisis pemain dan cuaca, Marukawa juga menyoroti masalah ritme bertanding. Laga melawan PSIM merupakan penampilan perdana Banten Warriors setelah melewati masa jeda kompetisi, yang menurutnya membuat jalannya pertandingan terasa lebih melelahkan.
"Laga ini menurut saya berjalan dengan berat. Terlebih ini adalah laga pertama kami setelah jeda yang dijalani sebelumnya," tambahnya.
Meski harus bersusah payah mengamankan keunggulan lewat gol penalti Alex Martins di menit ke-62, Marukawa memberikan apresiasi tinggi kepada rekan-rekan setimnya. Baginya, kemampuan menjaga fokus di bawah guyuran hujan deras adalah kunci kemenangan mereka.
Kemenangan ini pun dipandang Marukawa sebagai suntikan moral yang sangat krusial. Ia optimistis hasil positif di Serang ini akan menjadi bahan bakar bagi Dewa United untuk menyapu bersih delapan laga tersisa di musim ini.
"Dengan kondisi yang kami alami, kami tetap mampu meraih kemenangan. Hasil ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri tim untuk menghadapi delapan pertandingan berikutnya," tutup pemain asal Jepang tersebut.