BANTUL -- PSIM Yogyakarta belum juga mampu kembali ke jalur kemenangan. Pada laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/26 menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (30/4) sore, Laskar Mataram menyerah dengan skor 0-1.
Adalah gol cepat Persita yang diciptakan oleh Andrejic Aleksa saat laga baru memasuki menit ke-6 yang menjadi biangnya. Bahkan PSIM juga hampir saja kalah dengan gol tambahan lainnya, namun beruntung penalti Persita yang dieksekusi oleh Pablo Ganet di menit ke-84 mampu dihalau kiper Cahya Supriadi.
Kekalahan dari Persita ini menjadi kekalahan keempat kalinya dari lima laga terakhir yang dijalani PSIM. Lebih jauh lagi, PSIM sudah puasa kemenangan di tujuh laga terakhirnya.
Hasil ini membuat PSIM masih belum beranjak dari koleksi 39 poin dan berada di peringkat ke-11 pada papan klasemen sementara.
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel secara gamblang mengungkapkan kekecewaannya akan hasil yang didapat di laga ini. Sejumlah peluang yang sebenarnya mampu dikreasikan nyatanya tak mampu dikonversi menjadi gol.
“Kami kebobolan di menit-menit awal dari peluang pertama Persita. Kemudian mereka bermain dengan low block dan sulit ditembus meski sebenarnya kami bisa menciptakan beberapa peluang,” kata Van Gastel.
Dia mengakui bahwa permasalahan ini menjadi hal yang selalu berulang di sepanjang musim ini. “Kita selalu dapat kesulitan dalam penyelesaian akhir dari peluang yang ada. Ini yang jadi masalah,” ucapnya menambahkan.
Dalam posisi tertinggal, pelatih asal Belanda ini mengatakan sebenarnya PSIM mampu menguasai jalannya laga namun memang kesulitan menembus tembok rapat pertahanan Persita dan kandas di sepertiga akhir lapangan.
“Kita sudah mencoba merespons yang terjadi. Kita juga sempat dapat hukuman penalti, namun beruntung bisa digagalkan oleh Cahya (Supriadi). Yang pasti, hasil laga ini adalah mengecewakan,” dia menegaskan.