Van Gastel Puas Performa PSIM di Laga Home Terakhir

Van Gastel Puas Performa PSIM di Laga Home Terakhir

18 Mei 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PSIM YOGYAKARTA

BANTUL – PSIM Yogyakarta berhasil memenuhi hasratnya untuk dapat mencatat kemenangan di laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/26 yang sekaligus menjadi laga home pamungkasnya. Berlaga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5) malam, Laskar Mataram menang 2-1 atas tamunya, Madura United FC.

Dua gol PSIM tercipta di babak pertama lewat aksi Pulga Vidal menit ke-18 yang melepaskan sontekan terarah kaki kirinya dan tendangan akrobatik Muhammad Iqbal di menit ke-34.

Sedangkan satu gol balasan Madura United diciptakan oleh Junior Brandao usai lepas dari perangkap offside pada menit ke-62.

Kemenangan ini tentu juga memuaskan 8.028 suporter PSIM yang hadir memadati stadion untuk menyaksikan langsung dan memberikan dukungan terbaiknya.  

Tambahan tiga poin membuat PSIM kini ada di peringkat ke-11 dengan koleksi 45 poin. Poin yang sama juga dimiliki oleh Arema FC dan Persita Tangerang yang ada di peringkat ke-9 dan ke-10.

Ini juga menjadi kemenangan kedua secara beruntun bagi PSIM setelah pekan sebelumnya unggul 2-0 atas Malut United FC yang juga didapatkan di laga home. Sebelumnya PSIM sempat puasa kemenangan di delapan laga secara beruntun.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel mengaku puas dengan apa yang ditampilkan anak asuhannya di laga kali ini, khususnya di babak pertama. “Saya rasa di babak pertama kami bermain dengan luar biasa. Tim bermain dengan sangat bagus, menciptakan banyak peluang dan terpenting adalah bisa mencetak dua gol,” kata Van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu juga mengaku senang melihat apa yang ditampilkan anak asuhannya. “Saya benar-benar menikmati pertandingan dari bangku cadangan. Sementara di babak kedua, kami tahu kalau Madura United pasti akan tampil habis-habisan karena hasil pertandingan lain di Solo (yang bisa mempengaruhi posisi di klasemen untuk Madura United),” dia menambahkan.

Dan di babak kedua ini, Van Gastel mengaku PSIM gagal menjaga ritme permainan karena lawan main agresif. “Kami sedikit kesulitan untuk bermain seperti di babak pertama. Tapi akhirnya kami harus berjuang keras demi mempertahankan tiga poin ini,” pungkasnya. 

Bagi Madura United, kekalahan dari PSIM memaksa mereka untuk berjuang hingga laga pekan terakhir guna bisa lolos dari zona degradasi.