JEPARA -- Persiapan serius dengan sejumlah program latihan terus dilakukan tim pelatih Persijap Jepara untuk menjaga konsistensi performa pemain, termasuk tentunya di posisi penjaga gawang. Dari statistik yang ada, dari tujuh laga terakhir, Persijap hanya kebobolan tiga kali saja.
Dua gol bersarang ke gawang Persijap pada laga lawan PSIM Yogyakarta yang berakhir dengan skor 2-2 di laga pekan ke-25 serta satu gol di pekan ke-27 saat menang 2-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Bahkan dua laga terakhir, Persijap mencatat clean sheet di pekan ke-28 dan 29 dengan masing-masing sukses mencatat dua gol ke gawang lawan dengan menang 2-0 atas Semen Padang FC dan PSBS Biak.
Total tercipta lima kali clean sheet dari tujuh laga terakhir Persijap. Tentunya ini tak lepas dari peran penjaga gawang yang mampu tampil disiplin dan sigap menghalau serangan lawan.
Pelatih kiper Persijap, Yoo Jae-hoon terus menyusun program latihan dengan pendekatan terstruktur yang menitikberatkan pada keseimbangan antara intensitas latihan dan pemulihan fisik.
Capaian ini mempertegas pentingnya perhatian pada detail latihan kiper, yang terbukti mampu memberikan pengaruh langsung terhadap performa tim secara keseluruhan.
Metode yang diterapkan bukan tanpa dasar. Yoo Jae-hoon mengadopsi pola latihan yang pernah digunakan saat berada di level tim nasional, dengan standar tinggi yang tetap disesuaikan dengan kebutuhan pemain saat ini.
Setiap sesi latihan dirancang secara detail, mulai dari pengaturan beban kerja hingga evaluasi pasca latihan untuk memastikan efektivitas program.
“Saya menyiapkan program latihan mingguan seperti saat saya berada di tim nasional Indonesia. Selain itu, intensitas latihan juga sudah saya tentukan sebelumnya,” kata Yoo Jae-hoon.
Selain fokus pada aspek teknis, evaluasi menjadi bagian penting dalam rutinitas. Yoo secara aktif berdiskusi dengan para penjaga gawang setelah latihan guna mengukur efektivitas program yang dijalankan sekaligus meminimalkan risiko cedera.
Analisis berbasis video juga rutin dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Pendekatan ini membantu meningkatkan detail performa individu pemain, sekaligus memastikan perkembangan yang berkelanjutan.
“Agar para penjaga gawang bisa menunjukkan performa terbaik, mereka harus berada dalam kondisi mental yang stabil,” dia menegaskan.