BEKASI — Di balik kegagalan Persiku Kudus U19 merengkuh trofi Elite Pro Academy (EPA) Championship U19, sebuah kebanggaan tersendiri berhasil dibawa pulang oleh sang motor serangan mereka, Muhammad Al-Farrel. Pemain bernomor punggung 109 andalan Macan Muria Muda ini resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (Best Player) dalam turnamen tersebut.
Persiku U19 sendiri harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah tipis 3-2 dari Sumsel United U19 dalam laga final yang berlangsung sengit di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (16/5). Meski gagal mengawinkan gelar tim dengan gelar individu, kontribusi Al-Farrel sepanjang kompetisi memang sulit diperdebatkan. Menjadi otak serangan sekaligus tumpuan lini depan, ia sukses membukukan total 7 gol dari 11 pertandingan yang dilakoninya.
Ditemui seusai upacara penyerahan penghargaan, Al-Farrel tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Ia mengaku tidak menyangka kerja kerasnya di lapangan akan diganjar dengan trofi individu paling bergengsi di kompetisi kelompok umur ini.
"Enggak nyangka gitu bisa dapat ini (gelar Pemain Terbaik)," ungkap Al-Farrel dengan nada rendah hati.
Gelar individu ini menjadi modal berharga bagi karier sepak bola Al-Farrel ke depan. Ketika ditanya mengenai target selanjutnya, termasuk peluang untuk promosi ke tim senior Persiku Kudus yang akan berlaga di kompetisi profesional, ia memilih untuk fokus pada peningkatan kualitas dirinya terlebih dahulu.
"Semoga aja ke depannya lebih konsisten, kalau bisa ya lebih ditingkatkan lagi," tutur sang dirigen permainan Persiku U19 tersebut.
Berkat penampilan impresifnya sebagai motor serangan dan ketajamannya mencetak 7 gol, nama Al-Farrel diprediksi bakal masuk dalam radar pantauan tim nasional usia muda Indonesia. Menanggapi potensi pemanggilan dari tim Garuda Muda, Al-Farrel menjawabnya dengan malu-malu dan enggan berandai-andai terlalu jauh. "Mungkin, ya belum tahu," pungkasnya.